Wasting, atau yang dikenal juga dengan sebutan wasting syndrome atau malnutrisi akut, adalah kondisi serius pada anak yang ditandai dengan penurunan berat badan secara drastis atau kehilangan massa otot dan lemak. Ini merupakan masalah kesehatan global yang berdampak buruk pada pertumbuhan, perkembangan, dan kelangsungan hidup anak.
Wasting adalah kondisi anak yang berat badannya menurun seiring waktu hingga total berat badannya jauh di bawah standar kurva pertumbuhan atau berat badan berdasarkan tinggi badannya rendah (kurus) dan menunjukkan penurunan berat badan (akut) dan parah. Pemicu wasting biasanya dikarenakan anak terkena diare sehingga berat badannya turun drastis tapi tinggi badannya tidak bermasalah.
Wasting tidak dapat dianggap sepele sebab jika penanganannya terlambat bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian.

Dampak Wasting pada Anak
Wasting tidak hanya berdampak pada berat badan anak. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius, antara lain:
- Gangguan pertumbuhan fisik dan mental: Wasting dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan otak anak.
- Rentan terhadap infeksi: Anak dengan wasting memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga lebih rentan terhadap penyakit infeksi.
- Meningkatnya risiko kematian: Wasting, terutama wasting akut yang parah, dapat meningkatkan risiko kematian anak, terutama pada anak yang tinggal di lingkungan dengan akses kesehatan yang terbatas.
dampak jangka panjang :
- Penurunan kemampuan belajar: Perkembangan otak yang terganggu akibat wasting dapat mempengaruhi kemampuan belajar anak di sekolah.
- Produktivitas rendah di masa depan: Anak yang pernah mengalami wasting berisiko mengalami penurunan produktivitas di masa depan akibat gangguan pertumbuhan fisik dan mental.
Faktor Risiko Wasting pada Anak
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko wasting pada anak, yaitu:
- Kurangnya asupan makanan bergizi: Akses terhadap makanan yang cukup dan bergizi merupakan faktor penting dalam mencegah wasting. Anak yang mengalami kekurangan protein dan kalori dalam makanannya berisiko lebih tinggi mengalami wasting.
- Sering mengalami infeksi: Anak yang sering mengalami diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan infeksi lainnya berisiko lebih tinggi mengalami wasting. Infeksi tersebut dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan meningkatkan kebutuhan kalori anak.
- Kondisi kesehatan tertentu: Beberapa kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit HIV/AIDS, penyakit jantung bawaan, dan penyakit radang usus, dapat meningkatkan risiko wasting pada anak.
- Keadaan sosial ekonomi yang rendah: Kemiskinan, ketidakamanan pangan, dan kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang baik dapat meningkatkan risiko wasting pada anak.
Pencegahan Wasting pada Anak
Pencegahan wasting jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan penanganan setelah anak mengalami wasting. Berikut beberapa strategi penting dalam pencegahan wasting:
- Promosi pemberian ASI eksklusif: ASI merupakan sumber nutrisi terbaik untuk bayi di bawah usia 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif dapat membantu mencegah wasting pada bayi.
- Penerapan praktik pemberian makan bayi dan anak yang baik: Hal ini meliputi pemberian makanan pendamping ASI yang tepat waktu, bergizi, dan bervariasi pada anak usia 6-24 bulan, serta mendorong anak untuk makan dengan pola makan yang sehat.
- Peningkatan ketahanan pangan keluarga: Memastikan akses keluarga terhadap makanan yang cukup dan bergizi melalui program bantuan pangan, pertanian berkelanjutan, dan edukasi gizi.
- Imunisasi rutin: Imunisasi dapat membantu mencegah infeksi yang dapat menyebabkan wasting pada anak.
- Peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi: Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang baik dapat membantu mencegah diare dan infeksi lainnya yang dapat berkontribusi pada wasting.
- Pemberian suplementasi mikronutrien: Pemberian suplementasi vitamin A, zinc, dan zat besi dapat membantu meningkatkan status gizi anak dan mencegah wasting.
Penanganan dan Pemulihan Wasting pada Anak
Jika anak terlanjur mengalami wasting, penanganan dan pemulihan yang tepat sangat penting. Penanganan wasting biasanya melibatkan kombinasi terapi nutrisi dan manajemen kondisi medis yang mendasarinya. Berikut beberapa langkah dalam penanganan dan pemulihan wasting:
- Pemberian terapi nutrisi: Anak dengan wasting akan diberikan makanan khusus berkalori tinggi dan kaya nutrisi untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan. Terapi nutrisi dapat berupa pemberian makanan terapeutik siap pakai (RUTF) atau pemberian suplemen nutrisi lainnya.
- Pengobatan penyakit penyerta: Jika wasting disebabkan oleh kondisi medis tertentu, maka perlu dilakukan pengobatan terhadap penyakit tersebut.
- Konseling gizi: Keluarga anak perlu diberikan konseling gizi untuk membantu mereka memahami pentingnya diet sehat dan praktik pemberian makan yang baik untuk pemulihan dan pencegahan wasting di masa depan.
- Pemantauan pertumbuhan anak: Anak dengan wasting perlu dipantau secara berkala untuk memastikan berat badan dan tinggi badan mereka kembali normal.
Referensi
- [Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)]. (2023). WHO guideline on the prevention and management of wasting and nutritional oedema (acute malnutrition) in infants and children under 5 years.